PART IV - the mysterious host
Rico & Andre terus berlari memecah derasnya hujan, berusaha mencapai rumah tersebut hanya demi mendapat kejelasan apakah rumah itu berpenghuni atau tidak? karena yang mereka fikirkan saat ini hanyalah keselamatan teman mereka, tidak lebih & tidak kurang dari itu. Di depan pintu rumah yang begitu megah bak istana terpampang jelas sebuah tulisan yang dibuat dari kayu meranti merah mystérieux manoir.
"Ric bentar deh? tu tulisan artinya apa y?" ujar Andre.
"Hmm, ga tau juga deh gue ndre..udah ah ayo periksa !" jawab Rico.
Sebuah tombol kecil terpampang di sana, tersudut diantara sulur - sulur pepohonan yang merambat di tembok rumah..tertutup debu & sarang laba - laba, seolah menjelaskan bahwa tak ada yang pernah datang dan tak ada kehidupan di dalamnya.
"Nah ada bel nih ndre" ujar Rico.
"Tapi kok kayak ga keurus gitu ya Ric? berdebu gitu, ada sarang laba - laba segala lagi !" jawab Andre.
"ga apa - apa lah, di coba dulu apa salahnya sih?" timpal Rico.
Belum sempat jari Rico menekan tombol tersebut, tiba - tiba pintu itu terbuka..seolah mengundang & mempersilahkan mereka untuk masuk.
"Wah ajaib Ric bisa kebuka sendiri ! Hebat tekhnologinya ! hahaha !" ujar Andre mencoba menutupi ketakutannya, padahal di dalam hati > > (Nah loh kan, gue bilang juga apa..pasti aneh deh ni rumah, aduuuh Ricoo kenapa lu ngajak gue sih =.=").
Sementara Rico hanya bisa mengernyitkan dahinya, ia pun bingung kenapa rumah tua yang terlihat tak terurus seperti ini bisa terjadi hal seperti itu? mungkin kah tekhnologi? atau ada hal lain di dalam sana??
"Ayo ndre, waktu kita ga banyak ! kasian yang lain nunggu di mobil !" ujar Rico sambil menarik lengan andre.
Baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba - tiba muncul sesosok pria tua dengan pakaian lusuh menyapa mereka.
"Ada urusan apa kalian datang kesini?" ujar pria tersebut membuka percakapan.
"Mmm, begini pak..saya Rico, ini teman saya Andre..kami kesini untuk mengecek apakah ada orang yang tinggal disini, kami butuh pertolongan pak..teman kami tak sadarkan diri, dan kami tersesat..mohon bantu kami pak, setidaknya hingga teman kami yang lain datang menjemput" ujar Rico berharap pria tersebut mau membantunya.
". . . . ." pria tersebut hanya diam dan tak menjawab apapun.
"Mmm, bagaimana pak? Mau kah bapak menolong kami? Tapi kami tidak memaksa pak, jika bapak tidak berkenan kami akan pergi" ujar Andre pasrah.
". . . . . . . ." lagi - lagi pria tersebut diam dan tak menjawab.
"Gimana nih ric?" bisik Andre.
"Gue jg bingun ndre" balas Rico.
"Hmm, sepertinya bapak tidak berkenan kami disini.. kalau begitu kami mohon maaf telah mengganggu malam - malam, kami mohon pamit pak..permisi" ujar Rico yang langsung di ikuti oleh Andre.
"Eh Ric lu serius?" bisik Andre pada Rico sambil berjalan menuju mobil.
"Yah mau gimana ndre, masa kita mau maksa" ujar Rico dengan nada kecewa.
Tiba - tiba . . .
"TUNGGU !" ujar pria tersebut setengah berteriak.
"Silahkan bawa teman kalian kesini, bergegas lah ! kalian tidak tahu apa yang sedang mengintai di luar !" ujar pria tersebut.
"Baik pak ! Terima kasih !" ujar Rico & Andre serempak, mereka senang sekali orang tersebut ternyata mengizinkan mereka masuk.
Lalu Rico & Andre memberikan kode untuk masuk pada teman - temannya dari gerbang rumah tersebut, mereka langsung bergegas membawa Feli masuk & merebahkan Feli pada ruangan yang telah di siapkan pria tersebut.
"Baringkan ia disini, akan ku periksa kondisinya " ujar pria tersebut.
Beberapa saat kemudian. . . .
"Ia baik - baik saja, hanya sedikit shock karena benturan di kepalanya..apa yang sebenarnya terjadi??" ujar pria tersebut membuka percakapan.
"Begini pak, kami ber-enam berencana menghadiri pesta ulang tahun teman kami malam ini..namun kami tersesat hingga ke daerah ini, di perjalanan tadi saat kami sedang bercanda di dalam mobil..tiba - tiba datang mobil berlawanan arah dengan kencangnya, dan mau tak mau saya membanting stir ke kiri untuk menghindar..kami hampir menabrak pohon, tapi kami masih beruntung karena ada sesuatu yang mengganjal mobil kami" ujar Rico mencoba menjelaskan semuanya.
"Apa maksudmu mengganjal?? apa itu akar pohon?? batu?? atau.. tunggu sebentar" pria tersebut menghentikan bicaranya dan berusaha mencari sesuatu dari lacinya. lalu. . .
"Apa ini yang mengganjal mobilmu??" ujar pria tersebut seraya menunjukan bongkahan batu yang terpecah belah.
"I..itu kan !" tiba - tiba andre terkejut melihat benda tersebut, ia ingat sekali itu adalah benda yang di tendang - tendangnya saat berusaha melepaskan mobilnya yang terganjal.
to be continue. . .
Kamis, 20 September 2012
Wrath of The Darkness Queen Part III
PART III - The haunted mansion
Tak lama setelah Rico & kawan - kawannya melanjutkan perjalanan, muncul sesosok pria tua berbaju lusuh di area makam keramat tersebut.
"Ya Tuhan, apa yang sudah terjadi disini?? mungkinkah hanya karena badai sampai - sampai makam ini rusak?? Oh Tuhan, semoga tak terjadi apa - apa setelah kejadian ini..maafkan saya Tuan, akan saya rapihkan makam anda sesegera mungkin setelah badai berlalu" ujar pria tua tersebut penuh penyesalan & kengerian akan apa yang terjadi nantinya sambil berlalu pergi dengan membawa beberapa potongan batu nisan yang hancur.
Sementara itu Rico dan kawan - kawan. . .
"Feeel, ayo doong banguun..." ujar Rena sambil menggerak - gerakan jarinya yang di baluri minyak kayu putih di depan hidung Feli.
"Ayoo dong Feel, buka mata lo..kita semua ga mau lo kenapa - kenapa" ujar Dian sambil terus menerus memijat telapak kaki Feli agar tetap hangat.
"Ric Ric, pelan - pelan Ric ! kayaknya gue liat sesuatu deh di depan !" ujar Andre.
"Mana ndre?? kiri atau kanan??" ujar Rico menimpali.
"Itu Ric di sebelah kiri yang ada pohon gede itu loh !" ujar Andre sambil menunjuk kearah bangunan tua yang ada di kiri jalan yang penuh rimbun dengan pepohonan besar didepannya.
"Ndre, lu masih waras kan?? mau ngapain kita kesana !" ujar Rena dengan nada ketakutan.
"Yeeh gimana sih Lo ! Feli kan belum sadar, kita bawa aje dulu kesitu ! siapa tau kita bisa minta bantuan !" ujar Andre sedikit ketus.
"Tapi ndre. . .Lo yakin tu rumah ada penghuninya?? kayaknya sepi banget deh ndre" ujar Rico menimpali.
"Udah lah, sekarang yang penting kita sadarin Feli dulu ! ada ngga ada orang urusan belakangan deh ! Lagi juga gue udah mulai lapar nih !" ujar Andre kesal.
"Oke oke, kita kesana.. Rena, Dian.. siap - siap papah Feli ya. Dan Lo Bob, Ray..tolong cari payung yang agak besar dibelakang, Lo payungin Dian & Rena..usahain Feli juga ketutup sama payung nanti" ujar Rico memberi instruksi pada teman - temannya.
"Trus gue ngapain Ric?" tanya Andre pada Rico.
"Lo temenin gue ke dalem, kita periksa dulu ada penghuninya apa ngga? masa kita maen bawa - bawa Feli gitu aja? kalau ternyata ada orang trus malah mikir yang aneh - aneh gimana? seenggaknya kita bisa meriksa dulu kan?" ujar Rico pada Andre.
"O..ok deh Ric ! Lo didepan gue di belakang ya..hehe" ujar Andre, ada sedikit rasa ketakutan setelah Rico memintanya untuk menemani ke dalam.
"Ga, ga ada kayak gitu ! Kita masuk bareng - bareng ! Dan buat yang lain siap - siap, kalau kita berdua kedipin senter..Lo semua langsung bawa Feli masuk ! Tapi kalau cuma satu senter yang kedip - kedip tandanya ada masalah dan gue minta, Lo semua ga perlu ragu lagi buat ninggalin kita berdua" ujar Rico pada teman - temannya.
"Oia, kalau diluar ada masalah. Kunci semua pintu & tutup kaca rapat - rapat, Dan bunyiin klakson biar gue sama Andre langsung keluar..ngerti?" sambung Rico memberi instruksi lagi pada teman - temannya.
"Ngerti Ric" jawab teman - temannya bersamaan.
"Hati - hati ya Ric, Ndre.." ujar Rena hampir menangis.
"Tenang aje Ren, kan ada gue yg nemenin Rico" ujar Andre dengan pede nya.
"Justru gara - gara lo yang nemenin kita - kita jadi khawatir ndre" ujar Bobby berusaha mencairkan suasana tegang yang menyelimuti mereka di sambung gelak tawa teman - temannya.
"Eh sialan ya nih anak, dasar Kolor superman !" ujar Andre menimpali omongan Bobby.
"Yeeh, daripada Lo? sempak Fir'aun ! jawab Bobby yang lagi - lagi membuat teman - temannya tertawa.
"Ssst, udah - udah. Ayo ndre jalan, ga ada abisnya lo berdua mah" ujar Rico seraya menarik pundak Andre.
Selangkah - demi selangkah Rico & Andre seolah hilang di telan gelapnya malam, hujan disertai angin yang kencang..di tambah dengan petir yang bergemuruh, seakan menambah lengkap atmosfir kegelapan yang tersaji malam itu..mereka tak tahu, diluar sana sudah menunggu seorang wanita cantik yang siap menyambar nyawa mereka setiap saat. . . .
to be continue. . .
Tak lama setelah Rico & kawan - kawannya melanjutkan perjalanan, muncul sesosok pria tua berbaju lusuh di area makam keramat tersebut.
"Ya Tuhan, apa yang sudah terjadi disini?? mungkinkah hanya karena badai sampai - sampai makam ini rusak?? Oh Tuhan, semoga tak terjadi apa - apa setelah kejadian ini..maafkan saya Tuan, akan saya rapihkan makam anda sesegera mungkin setelah badai berlalu" ujar pria tua tersebut penuh penyesalan & kengerian akan apa yang terjadi nantinya sambil berlalu pergi dengan membawa beberapa potongan batu nisan yang hancur.
Sementara itu Rico dan kawan - kawan. . .
"Feeel, ayo doong banguun..." ujar Rena sambil menggerak - gerakan jarinya yang di baluri minyak kayu putih di depan hidung Feli.
"Ayoo dong Feel, buka mata lo..kita semua ga mau lo kenapa - kenapa" ujar Dian sambil terus menerus memijat telapak kaki Feli agar tetap hangat.
"Ric Ric, pelan - pelan Ric ! kayaknya gue liat sesuatu deh di depan !" ujar Andre.
"Mana ndre?? kiri atau kanan??" ujar Rico menimpali.
"Itu Ric di sebelah kiri yang ada pohon gede itu loh !" ujar Andre sambil menunjuk kearah bangunan tua yang ada di kiri jalan yang penuh rimbun dengan pepohonan besar didepannya.
"Ndre, lu masih waras kan?? mau ngapain kita kesana !" ujar Rena dengan nada ketakutan.
"Yeeh gimana sih Lo ! Feli kan belum sadar, kita bawa aje dulu kesitu ! siapa tau kita bisa minta bantuan !" ujar Andre sedikit ketus.
"Tapi ndre. . .Lo yakin tu rumah ada penghuninya?? kayaknya sepi banget deh ndre" ujar Rico menimpali.
"Udah lah, sekarang yang penting kita sadarin Feli dulu ! ada ngga ada orang urusan belakangan deh ! Lagi juga gue udah mulai lapar nih !" ujar Andre kesal.
"Oke oke, kita kesana.. Rena, Dian.. siap - siap papah Feli ya. Dan Lo Bob, Ray..tolong cari payung yang agak besar dibelakang, Lo payungin Dian & Rena..usahain Feli juga ketutup sama payung nanti" ujar Rico memberi instruksi pada teman - temannya.
"Trus gue ngapain Ric?" tanya Andre pada Rico.
"Lo temenin gue ke dalem, kita periksa dulu ada penghuninya apa ngga? masa kita maen bawa - bawa Feli gitu aja? kalau ternyata ada orang trus malah mikir yang aneh - aneh gimana? seenggaknya kita bisa meriksa dulu kan?" ujar Rico pada Andre.
"O..ok deh Ric ! Lo didepan gue di belakang ya..hehe" ujar Andre, ada sedikit rasa ketakutan setelah Rico memintanya untuk menemani ke dalam.
"Ga, ga ada kayak gitu ! Kita masuk bareng - bareng ! Dan buat yang lain siap - siap, kalau kita berdua kedipin senter..Lo semua langsung bawa Feli masuk ! Tapi kalau cuma satu senter yang kedip - kedip tandanya ada masalah dan gue minta, Lo semua ga perlu ragu lagi buat ninggalin kita berdua" ujar Rico pada teman - temannya.
"Oia, kalau diluar ada masalah. Kunci semua pintu & tutup kaca rapat - rapat, Dan bunyiin klakson biar gue sama Andre langsung keluar..ngerti?" sambung Rico memberi instruksi lagi pada teman - temannya.
"Ngerti Ric" jawab teman - temannya bersamaan.
"Hati - hati ya Ric, Ndre.." ujar Rena hampir menangis.
"Tenang aje Ren, kan ada gue yg nemenin Rico" ujar Andre dengan pede nya.
"Justru gara - gara lo yang nemenin kita - kita jadi khawatir ndre" ujar Bobby berusaha mencairkan suasana tegang yang menyelimuti mereka di sambung gelak tawa teman - temannya.
"Eh sialan ya nih anak, dasar Kolor superman !" ujar Andre menimpali omongan Bobby.
"Yeeh, daripada Lo? sempak Fir'aun ! jawab Bobby yang lagi - lagi membuat teman - temannya tertawa.
"Ssst, udah - udah. Ayo ndre jalan, ga ada abisnya lo berdua mah" ujar Rico seraya menarik pundak Andre.
Selangkah - demi selangkah Rico & Andre seolah hilang di telan gelapnya malam, hujan disertai angin yang kencang..di tambah dengan petir yang bergemuruh, seakan menambah lengkap atmosfir kegelapan yang tersaji malam itu..mereka tak tahu, diluar sana sudah menunggu seorang wanita cantik yang siap menyambar nyawa mereka setiap saat. . . .
to be continue. . .
Rabu, 19 September 2012
Wrath of The Darkness Queen Part II
PART II - The Sacred Tomb
Rico membuka matanya, kepalanya terasa berat setelah terbentur pada stir mobilnya sendiri. Beruntung bagi dirinya karena hanya sekitar 1 meter lagi sebuah pohon besar berdiri kokoh dan siap meremukkan mobilnya yang hampir menabrak pohon itu.
Ia mencoba membangunkan feli & teman - teman yang lain yang sepertinya pingsan karena shock dengan kejadian tersebut.
"Huff, syukurlah mereka ga ada yang terluka" gumam Rico dalam hati.
Lalu dengan sedikit berteriak Rico memanggil - manggil teman - temannya yang sudah terjatuh bertumpukan akibat rem mendadak tadi, tak perlu waktu lama mereka semua sadar satu persatu dan membangunkan yang lainnya..akan tetapi ada satu orang yang tetap tak sadarkan diri.
"Feli, Fel..bangun Fel, Felii..banguuun" ujar Rico setengah panik karena Feli tak sadarkan diri juga meskipun dia sudah menggoyang - goyangkan badannya cukup keras.
"Feliiii, ayo doong banguun" ujar Dian sambil menepuk - nepuk pipi feli dengan paniknya dari kursi tengah.
"Wah bro, mending Feli pindahin ke bangku tengah dulu deh..biar kita coba kasih sedikit kayu putih di hidungnya, kali aja sadar" ujar Rayhan yang mencoba menenangkan Rico.
Lalu mereka pun memapah tubuh Feli yang tergolek lemas ke bangku tengah, agar di pangku oleh Dian & Rena..sementara Bobby & Rayhan pindah ke belakang untuk mencarikan kayu putih & air mineral, dan Andre pindah ke depan untuk membantu Rico melihat keadaan sekitar.
"Gimana nih Ric? Lanjut apa balik?" ujar Andre.
"Hmm, lanjut aja deh ndre..mau balik juga kita udah jauh banget, mending kita lanjut & nanti minta pertolongan sama Mega, Gabriel, & Revi" ujar Rico dengan penuh kecemasan pada kondisi Feli.
"Oke deh, lanjut kalo gitu..gue coba kabarin mereka dulu ya" ujar Andre.
Rico berusaha menstarter mobilnya, namun setelah berkali - kali mencoba mobil itu tetap tak mau menyala, hingga akhirnya Andre memutuskan untuk turun & mengecek bagian mesin.
"Aneh deh Ric, ni mesin g kenapa - kenapa kok.. coba starter lagi" ujar Andre setelah mengecek bagian mesin berkali - kali.
Dan akhirnya. . . .
Bruummmmmm, brummmm. .
"Naaah tu mau nyala, sial ni mobil ngerjain gue..brakk !!" ujar Andre sambil membanting kap mobil saking kesalnya.
"Buruan naik ndre, gue tinggal nih !" ujar Rico yang sedari tadi masih mengkhawatirkan feli.
"Iye - iye sabar knp sih, napsu amat kayak penganten baru lo !" timpal Andre.
Namun setelah Andre naik, mobil kembali tidak bisa berjalan..hanya saja kali ini bukan karena mesin yang tak mau menyala, namun karena ada sesuatu yang mengganjal bagian depan pada kolong mobil.
"Yailah ni mobil sensi amat kalo gue naek, eet dah ah !" ujar Andre kesal sambil turun dan memeriksa bagian depan mobil.
"Gimana ndre? ada yang ganjel ga?" ujar Rico tak sabar.
"Bentaaaaaaaaaar !!! oo gara - gara nih batu, ah sialan bikin gue naek turun aje !!" ujar Andre sambil menendang batu tersebut agar tidak mengganjal mobil.
"Dah beres, coba mundur Ric !" ujar Andre.
Bruuuumm. . .
Mobil pun bergerak mundur dengan mudahnya, dan tanpa mereka sadari batu yang tadi di tendang - tendang oleh Andre & terlindas oleh mobil adalah batu nisan makam keramat yang tak pernah ada yang berani mengusiknya.. sejak saat itu, sepasang mata di tengah kegelapan malam pun mengawasi setiap gerak gerik perjalanan mereka.
to be continue . . .
Rico membuka matanya, kepalanya terasa berat setelah terbentur pada stir mobilnya sendiri. Beruntung bagi dirinya karena hanya sekitar 1 meter lagi sebuah pohon besar berdiri kokoh dan siap meremukkan mobilnya yang hampir menabrak pohon itu.
Ia mencoba membangunkan feli & teman - teman yang lain yang sepertinya pingsan karena shock dengan kejadian tersebut.
"Huff, syukurlah mereka ga ada yang terluka" gumam Rico dalam hati.
Lalu dengan sedikit berteriak Rico memanggil - manggil teman - temannya yang sudah terjatuh bertumpukan akibat rem mendadak tadi, tak perlu waktu lama mereka semua sadar satu persatu dan membangunkan yang lainnya..akan tetapi ada satu orang yang tetap tak sadarkan diri.
"Feli, Fel..bangun Fel, Felii..banguuun" ujar Rico setengah panik karena Feli tak sadarkan diri juga meskipun dia sudah menggoyang - goyangkan badannya cukup keras.
"Feliiii, ayo doong banguun" ujar Dian sambil menepuk - nepuk pipi feli dengan paniknya dari kursi tengah.
"Wah bro, mending Feli pindahin ke bangku tengah dulu deh..biar kita coba kasih sedikit kayu putih di hidungnya, kali aja sadar" ujar Rayhan yang mencoba menenangkan Rico.
Lalu mereka pun memapah tubuh Feli yang tergolek lemas ke bangku tengah, agar di pangku oleh Dian & Rena..sementara Bobby & Rayhan pindah ke belakang untuk mencarikan kayu putih & air mineral, dan Andre pindah ke depan untuk membantu Rico melihat keadaan sekitar.
"Gimana nih Ric? Lanjut apa balik?" ujar Andre.
"Hmm, lanjut aja deh ndre..mau balik juga kita udah jauh banget, mending kita lanjut & nanti minta pertolongan sama Mega, Gabriel, & Revi" ujar Rico dengan penuh kecemasan pada kondisi Feli.
"Oke deh, lanjut kalo gitu..gue coba kabarin mereka dulu ya" ujar Andre.
Rico berusaha menstarter mobilnya, namun setelah berkali - kali mencoba mobil itu tetap tak mau menyala, hingga akhirnya Andre memutuskan untuk turun & mengecek bagian mesin.
"Aneh deh Ric, ni mesin g kenapa - kenapa kok.. coba starter lagi" ujar Andre setelah mengecek bagian mesin berkali - kali.
Dan akhirnya. . . .
Bruummmmmm, brummmm. .
"Naaah tu mau nyala, sial ni mobil ngerjain gue..brakk !!" ujar Andre sambil membanting kap mobil saking kesalnya.
"Buruan naik ndre, gue tinggal nih !" ujar Rico yang sedari tadi masih mengkhawatirkan feli.
"Iye - iye sabar knp sih, napsu amat kayak penganten baru lo !" timpal Andre.
Namun setelah Andre naik, mobil kembali tidak bisa berjalan..hanya saja kali ini bukan karena mesin yang tak mau menyala, namun karena ada sesuatu yang mengganjal bagian depan pada kolong mobil.
"Yailah ni mobil sensi amat kalo gue naek, eet dah ah !" ujar Andre kesal sambil turun dan memeriksa bagian depan mobil.
"Gimana ndre? ada yang ganjel ga?" ujar Rico tak sabar.
"Bentaaaaaaaaaar !!! oo gara - gara nih batu, ah sialan bikin gue naek turun aje !!" ujar Andre sambil menendang batu tersebut agar tidak mengganjal mobil.
"Dah beres, coba mundur Ric !" ujar Andre.
Bruuuumm. . .
Mobil pun bergerak mundur dengan mudahnya, dan tanpa mereka sadari batu yang tadi di tendang - tendang oleh Andre & terlindas oleh mobil adalah batu nisan makam keramat yang tak pernah ada yang berani mengusiknya.. sejak saat itu, sepasang mata di tengah kegelapan malam pun mengawasi setiap gerak gerik perjalanan mereka.
to be continue . . .
Wrath of The Darkness Queen Part I
PART I - in the darkness of the night
Malam itu, hujan turun dengan deras..angin riuh bergemuruh seakan - akan menjawab setiap gertakan - gertakan petir yang terus menerus bergemuruh, malam itu langit seakan murka..Rico dan 6 kawannya terjebak dalam gelapnya malam, mata mereka menerawang ke segala arah mencari sesuatu yang tak kunjung mereka temui juga.
"Ada yang liat sesuatu ga?" ujar Rico pada teman - temannya.
"Wah, gue juga ga liat apa - apa Ric..gila ni komplek perumahan apa komplek kuburan sih? gelap banget" balas Andre menimpali omongan Rico.
"Kita pulang aja deeh yuuuuk, perasaan gue ga enak nihh Ric" Rena mulai terlihat panik.
"Yah ga bisa gitu dong Ren, ga enak lah. Kita kan udah terlanjur janji sama Gabriel & Revi, kalau kita mau dateng ke pesta nya Mega, kasian kan mereka udah nyiapin semua tapi kita malah ga dateng" sergah Rico.
"Tau nih payah, udah rame gini pake takut" ujar Andre menimpali omongan Rico.
"Tau nih payah, udah rame gini pake takut" ujar Andre menimpali omongan Rico.
"Udah lah beib tenang aja, kan ada aku..masa masih takut sih" ujar Rayhan menggoda Rena mencoba menenangkan pacarnya yang panik.
"Hufftt, tapi kan beib..." Rena menggembungkan pipinya, manyun - manyun gak jelas mencoba menahan perasaan takutnya.
"Aisshhh, bebeb aku lucu deh kalo lagi ngambek gini" goda Rayhan seraya mencubit pipi Rena.
"Yeehh ni anak malah pacaran, ga bisa liat sikon banget sih" ujar Andre yang mulai gerah melihat tingkah Rayhan & Rena.
"Tau nih, bukannya bantuin nyari malah asik mesra - mesraan lo pada !" timpal Dian.
"Lagian juga nih ya, bisa ngambek bertahun - tahun si Mega kalo gue pacarnya yang cute ini ga dateng !" ujar Andre sambil bergaya ala chibi - chibi.
"What?? Cute?? Lu pelet pake dukun mana sampe Mega bisa bilang lu itu "Cute" ndre?? Lebay lo !" ujar Dian jengah dengan sikap Andre yang sok imut.
"Cih, sirik aje lo.. urusin tuh kacamata kuda lo" ujar Andre ketus.
"Iiih papii, Andre ngeledek akuu nihh" ujar Dian pada Bobby berharap ada yang membela.
"Hah?? kenapa kenapa??" ujar Bobby yang ternyata sedari tadi tertidur pulas.
"Lagian juga nih ya, bisa ngambek bertahun - tahun si Mega kalo gue pacarnya yang cute ini ga dateng !" ujar Andre sambil bergaya ala chibi - chibi.
"What?? Cute?? Lu pelet pake dukun mana sampe Mega bisa bilang lu itu "Cute" ndre?? Lebay lo !" ujar Dian jengah dengan sikap Andre yang sok imut.
"Cih, sirik aje lo.. urusin tuh kacamata kuda lo" ujar Andre ketus.
"Iiih papii, Andre ngeledek akuu nihh" ujar Dian pada Bobby berharap ada yang membela.
"Hah?? kenapa kenapa??" ujar Bobby yang ternyata sedari tadi tertidur pulas.
"Ahh papiii ! Tidur terus sih dari tadi ! Aku tuh di ledekin sama Andre di bilang kacamata kuda..hiks hiks" ujar Dian bermanja - manja dengan Bobby.
"Waah lu kalo kesel sama yang laen yang pada mesra -mesraan jangan ngeledek cewe gue dong ndree..nyari masalah ni kampret" ujar Bobby sambil curi curi kesempatan memeluk Dian.
"Elo juga sama aje sempak, pake peluk - peluk..modus lu dasar !" ujar Andre kesal sambil melempar bantal kecil pada Bobby.
Sementara teman - temannya gaduh dengan acara mesra - mesraan, rupanya Feli yang sedari tadi duduk di samping Rico di depan turut tertawa melihat tingkah teman - temannya, dan melihat Feli yang mulai tertawa pun Rico ikut tersenyum.
"Ciee, ehem.. ada yang lagi pdkt nih" ujar Rayhan menggoda Rico & Feli.
"Apaan sih Lo Ray, gue daritadi fokus nyetir kok !" bantah Rico
"Beeuh, gue kira dari tadi diem aja fokus nyetir sambil liat sekitar.. ga tau nya sama aje Lu" ujar Andre ikut menggoda Rico.
"Yeeh ikut - ikut aja Lo ndre !" ujar Rico yang mulai salah tingkah.
Sementara itu, Feli hanya mampu tersenyum malu melihat Rico yang biasanya terlihat cool.. tiba - tiba salah tingkah setelah di goda oleh teman - temannya.
Sudah lama sebenarnya Feli ingin mengungkapkan perasaannya pada Rico, namun ia malu & ragu.. bukan ragu dengan masalah mampu atau tidaknya Rico membuatnya bahagia, namun ragu dengan perasaan Rico yang sebenarnya.
Ia tak ingin persahabatan yang telah lama terjalin harus rusak karena ego nya yang ingin membuat orang yang ia sayang tahu perasaannya.
Namun tiba - tiba. . .
"Rico awas Ric !!!" teriak Bobby panik, karena tiba - tiba muncul mobil dengan kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan.
Rico sebisa mungkin menghindari mobil tersebut dan membanting stir, hingga akhirnya. . .
Brukkk !!!
to be continue. . . .
Langganan:
Postingan (Atom)