>

Rabu, 19 September 2012

Wrath of The Darkness Queen Part I

PART I in the darkness of the night

Malam itu, hujan turun dengan deras..angin riuh bergemuruh seakan - akan menjawab   setiap gertakan - gertakan petir yang terus menerus bergemuruh, malam itu langit seakan murka..Rico dan 6 kawannya terjebak dalam gelapnya malam, mata mereka menerawang ke segala arah mencari sesuatu yang tak kunjung mereka temui juga.

"Ada yang liat sesuatu ga?" ujar Rico pada teman - temannya.

"Wah, gue juga ga liat apa - apa Ric..gila ni komplek perumahan apa komplek kuburan sih? gelap banget" balas Andre menimpali omongan Rico.

"Kita pulang aja deeh yuuuuk, perasaan gue ga enak nihh Ric" Rena mulai terlihat panik.

"Yah ga bisa gitu dong Ren, ga enak lah. Kita kan udah terlanjur janji sama Gabriel & Revi, kalau kita mau dateng ke pesta nya Mega, kasian kan mereka udah nyiapin semua tapi kita malah ga dateng" sergah Rico.

"Tau nih payah, udah rame gini pake takut" ujar Andre menimpali omongan Rico.


"Udah lah beib tenang aja, kan ada aku..masa masih takut sih" ujar Rayhan menggoda Rena mencoba menenangkan pacarnya yang panik.

"Hufftt, tapi kan beib..." Rena menggembungkan pipinya, manyun - manyun gak jelas mencoba menahan perasaan takutnya.

"Aisshhh, bebeb aku lucu deh kalo lagi ngambek gini" goda Rayhan seraya mencubit pipi Rena.

"Yeehh ni anak malah pacaran, ga bisa liat sikon banget sih" ujar Andre yang mulai gerah melihat tingkah Rayhan & Rena.

"Tau nih, bukannya bantuin nyari malah asik mesra - mesraan lo pada !" timpal Dian.



"Lagian juga nih ya, bisa ngambek bertahun - tahun si Mega kalo gue pacarnya yang cute ini ga dateng !" ujar Andre sambil bergaya ala chibi - chibi.

"What?? Cute?? Lu pelet pake dukun mana sampe Mega bisa bilang lu itu "Cute" ndre?? Lebay lo !" ujar Dian jengah dengan sikap Andre yang sok imut.

"Cih, sirik aje lo.. urusin tuh kacamata kuda lo" ujar Andre ketus.

"Iiih papii, Andre ngeledek akuu nihh" ujar Dian pada Bobby berharap ada yang membela.

"Hah?? kenapa kenapa??" ujar Bobby yang ternyata sedari tadi tertidur pulas.

"Ahh papiii ! Tidur terus sih dari tadi ! Aku tuh di ledekin sama Andre di bilang kacamata kuda..hiks hiks" ujar Dian bermanja - manja dengan Bobby.

"Waah lu kalo kesel sama yang laen yang pada mesra -mesraan jangan ngeledek cewe gue dong ndree..nyari masalah ni kampret" ujar Bobby sambil curi curi kesempatan memeluk Dian.

"Elo juga sama aje sempak, pake peluk - peluk..modus lu dasar !" ujar Andre kesal sambil melempar bantal kecil pada Bobby.


Sementara teman - temannya gaduh dengan acara mesra - mesraan, rupanya Feli yang sedari tadi duduk di samping Rico di depan turut tertawa melihat tingkah teman - temannya, dan melihat Feli yang mulai tertawa pun Rico ikut tersenyum.


"Ciee, ehem.. ada yang lagi pdkt nih" ujar Rayhan menggoda Rico & Feli.

"Apaan sih Lo Ray, gue daritadi fokus nyetir kok !" bantah Rico

"Beeuh, gue kira dari tadi diem aja fokus nyetir sambil liat sekitar.. ga tau nya sama aje Lu" ujar Andre ikut menggoda Rico.

"Yeeh ikut - ikut aja Lo ndre !" ujar Rico yang mulai salah tingkah.

Sementara itu, Feli hanya mampu tersenyum malu melihat Rico yang biasanya terlihat cool.. tiba - tiba salah tingkah setelah di goda oleh teman - temannya. 
Sudah lama sebenarnya Feli ingin mengungkapkan perasaannya pada Rico, namun ia malu & ragu.. bukan ragu dengan masalah mampu atau tidaknya Rico membuatnya bahagia, namun ragu dengan perasaan Rico yang sebenarnya.
Ia tak ingin persahabatan yang telah lama terjalin harus rusak karena ego nya yang ingin membuat orang yang ia sayang tahu perasaannya.

Namun tiba - tiba. . .

"Rico awas Ric !!!" teriak Bobby panik, karena tiba - tiba muncul mobil dengan kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan.

Rico sebisa mungkin menghindari mobil tersebut dan membanting stir, hingga akhirnya. . .


Brukkk !!!

to be continue. . . .

0 komentar:

Posting Komentar