PART III - The haunted mansion
Tak lama setelah Rico & kawan - kawannya melanjutkan perjalanan, muncul sesosok pria tua berbaju lusuh di area makam keramat tersebut.
"Ya Tuhan, apa yang sudah terjadi disini?? mungkinkah hanya karena badai sampai - sampai makam ini rusak?? Oh Tuhan, semoga tak terjadi apa - apa setelah kejadian ini..maafkan saya Tuan, akan saya rapihkan makam anda sesegera mungkin setelah badai berlalu" ujar pria tua tersebut penuh penyesalan & kengerian akan apa yang terjadi nantinya sambil berlalu pergi dengan membawa beberapa potongan batu nisan yang hancur.
Sementara itu Rico dan kawan - kawan. . .
"Feeel, ayo doong banguun..." ujar Rena sambil menggerak - gerakan jarinya yang di baluri minyak kayu putih di depan hidung Feli.
"Ayoo dong Feel, buka mata lo..kita semua ga mau lo kenapa - kenapa" ujar Dian sambil terus menerus memijat telapak kaki Feli agar tetap hangat.
"Ric Ric, pelan - pelan Ric ! kayaknya gue liat sesuatu deh di depan !" ujar Andre.
"Mana ndre?? kiri atau kanan??" ujar Rico menimpali.
"Itu Ric di sebelah kiri yang ada pohon gede itu loh !" ujar Andre sambil menunjuk kearah bangunan tua yang ada di kiri jalan yang penuh rimbun dengan pepohonan besar didepannya.
"Ndre, lu masih waras kan?? mau ngapain kita kesana !" ujar Rena dengan nada ketakutan.
"Yeeh gimana sih Lo ! Feli kan belum sadar, kita bawa aje dulu kesitu ! siapa tau kita bisa minta bantuan !" ujar Andre sedikit ketus.
"Tapi ndre. . .Lo yakin tu rumah ada penghuninya?? kayaknya sepi banget deh ndre" ujar Rico menimpali.
"Udah lah, sekarang yang penting kita sadarin Feli dulu ! ada ngga ada orang urusan belakangan deh ! Lagi juga gue udah mulai lapar nih !" ujar Andre kesal.
"Oke oke, kita kesana.. Rena, Dian.. siap - siap papah Feli ya. Dan Lo Bob, Ray..tolong cari payung yang agak besar dibelakang, Lo payungin Dian & Rena..usahain Feli juga ketutup sama payung nanti" ujar Rico memberi instruksi pada teman - temannya.
"Trus gue ngapain Ric?" tanya Andre pada Rico.
"Lo temenin gue ke dalem, kita periksa dulu ada penghuninya apa ngga? masa kita maen bawa - bawa Feli gitu aja? kalau ternyata ada orang trus malah mikir yang aneh - aneh gimana? seenggaknya kita bisa meriksa dulu kan?" ujar Rico pada Andre.
"O..ok deh Ric ! Lo didepan gue di belakang ya..hehe" ujar Andre, ada sedikit rasa ketakutan setelah Rico memintanya untuk menemani ke dalam.
"Ga, ga ada kayak gitu ! Kita masuk bareng - bareng ! Dan buat yang lain siap - siap, kalau kita berdua kedipin senter..Lo semua langsung bawa Feli masuk ! Tapi kalau cuma satu senter yang kedip - kedip tandanya ada masalah dan gue minta, Lo semua ga perlu ragu lagi buat ninggalin kita berdua" ujar Rico pada teman - temannya.
"Oia, kalau diluar ada masalah. Kunci semua pintu & tutup kaca rapat - rapat, Dan bunyiin klakson biar gue sama Andre langsung keluar..ngerti?" sambung Rico memberi instruksi lagi pada teman - temannya.
"Ngerti Ric" jawab teman - temannya bersamaan.
"Hati - hati ya Ric, Ndre.." ujar Rena hampir menangis.
"Tenang aje Ren, kan ada gue yg nemenin Rico" ujar Andre dengan pede nya.
"Justru gara - gara lo yang nemenin kita - kita jadi khawatir ndre" ujar Bobby berusaha mencairkan suasana tegang yang menyelimuti mereka di sambung gelak tawa teman - temannya.
"Eh sialan ya nih anak, dasar Kolor superman !" ujar Andre menimpali omongan Bobby.
"Yeeh, daripada Lo? sempak Fir'aun ! jawab Bobby yang lagi - lagi membuat teman - temannya tertawa.
"Ssst, udah - udah. Ayo ndre jalan, ga ada abisnya lo berdua mah" ujar Rico seraya menarik pundak Andre.
Selangkah - demi selangkah Rico & Andre seolah hilang di telan gelapnya malam, hujan disertai angin yang kencang..di tambah dengan petir yang bergemuruh, seakan menambah lengkap atmosfir kegelapan yang tersaji malam itu..mereka tak tahu, diluar sana sudah menunggu seorang wanita cantik yang siap menyambar nyawa mereka setiap saat. . . .
to be continue. . .
Kamis, 20 September 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar