PART IV - the mysterious host
Rico & Andre terus berlari memecah derasnya hujan, berusaha mencapai rumah tersebut hanya demi mendapat kejelasan apakah rumah itu berpenghuni atau tidak? karena yang mereka fikirkan saat ini hanyalah keselamatan teman mereka, tidak lebih & tidak kurang dari itu. Di depan pintu rumah yang begitu megah bak istana terpampang jelas sebuah tulisan yang dibuat dari kayu meranti merah mystérieux manoir.
"Ric bentar deh? tu tulisan artinya apa y?" ujar Andre.
"Hmm, ga tau juga deh gue ndre..udah ah ayo periksa !" jawab Rico.
Sebuah tombol kecil terpampang di sana, tersudut diantara sulur - sulur pepohonan yang merambat di tembok rumah..tertutup debu & sarang laba - laba, seolah menjelaskan bahwa tak ada yang pernah datang dan tak ada kehidupan di dalamnya.
"Nah ada bel nih ndre" ujar Rico.
"Tapi kok kayak ga keurus gitu ya Ric? berdebu gitu, ada sarang laba - laba segala lagi !" jawab Andre.
"ga apa - apa lah, di coba dulu apa salahnya sih?" timpal Rico.
Belum sempat jari Rico menekan tombol tersebut, tiba - tiba pintu itu terbuka..seolah mengundang & mempersilahkan mereka untuk masuk.
"Wah ajaib Ric bisa kebuka sendiri ! Hebat tekhnologinya ! hahaha !" ujar Andre mencoba menutupi ketakutannya, padahal di dalam hati > > (Nah loh kan, gue bilang juga apa..pasti aneh deh ni rumah, aduuuh Ricoo kenapa lu ngajak gue sih =.=").
Sementara Rico hanya bisa mengernyitkan dahinya, ia pun bingung kenapa rumah tua yang terlihat tak terurus seperti ini bisa terjadi hal seperti itu? mungkin kah tekhnologi? atau ada hal lain di dalam sana??
"Ayo ndre, waktu kita ga banyak ! kasian yang lain nunggu di mobil !" ujar Rico sambil menarik lengan andre.
Baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba - tiba muncul sesosok pria tua dengan pakaian lusuh menyapa mereka.
"Ada urusan apa kalian datang kesini?" ujar pria tersebut membuka percakapan.
"Mmm, begini pak..saya Rico, ini teman saya Andre..kami kesini untuk mengecek apakah ada orang yang tinggal disini, kami butuh pertolongan pak..teman kami tak sadarkan diri, dan kami tersesat..mohon bantu kami pak, setidaknya hingga teman kami yang lain datang menjemput" ujar Rico berharap pria tersebut mau membantunya.
". . . . ." pria tersebut hanya diam dan tak menjawab apapun.
"Mmm, bagaimana pak? Mau kah bapak menolong kami? Tapi kami tidak memaksa pak, jika bapak tidak berkenan kami akan pergi" ujar Andre pasrah.
". . . . . . . ." lagi - lagi pria tersebut diam dan tak menjawab.
"Gimana nih ric?" bisik Andre.
"Gue jg bingun ndre" balas Rico.
"Hmm, sepertinya bapak tidak berkenan kami disini.. kalau begitu kami mohon maaf telah mengganggu malam - malam, kami mohon pamit pak..permisi" ujar Rico yang langsung di ikuti oleh Andre.
"Eh Ric lu serius?" bisik Andre pada Rico sambil berjalan menuju mobil.
"Yah mau gimana ndre, masa kita mau maksa" ujar Rico dengan nada kecewa.
Tiba - tiba . . .
"TUNGGU !" ujar pria tersebut setengah berteriak.
"Silahkan bawa teman kalian kesini, bergegas lah ! kalian tidak tahu apa yang sedang mengintai di luar !" ujar pria tersebut.
"Baik pak ! Terima kasih !" ujar Rico & Andre serempak, mereka senang sekali orang tersebut ternyata mengizinkan mereka masuk.
Lalu Rico & Andre memberikan kode untuk masuk pada teman - temannya dari gerbang rumah tersebut, mereka langsung bergegas membawa Feli masuk & merebahkan Feli pada ruangan yang telah di siapkan pria tersebut.
"Baringkan ia disini, akan ku periksa kondisinya " ujar pria tersebut.
Beberapa saat kemudian. . . .
"Ia baik - baik saja, hanya sedikit shock karena benturan di kepalanya..apa yang sebenarnya terjadi??" ujar pria tersebut membuka percakapan.
"Begini pak, kami ber-enam berencana menghadiri pesta ulang tahun teman kami malam ini..namun kami tersesat hingga ke daerah ini, di perjalanan tadi saat kami sedang bercanda di dalam mobil..tiba - tiba datang mobil berlawanan arah dengan kencangnya, dan mau tak mau saya membanting stir ke kiri untuk menghindar..kami hampir menabrak pohon, tapi kami masih beruntung karena ada sesuatu yang mengganjal mobil kami" ujar Rico mencoba menjelaskan semuanya.
"Apa maksudmu mengganjal?? apa itu akar pohon?? batu?? atau.. tunggu sebentar" pria tersebut menghentikan bicaranya dan berusaha mencari sesuatu dari lacinya. lalu. . .
"Apa ini yang mengganjal mobilmu??" ujar pria tersebut seraya menunjukan bongkahan batu yang terpecah belah.
"I..itu kan !" tiba - tiba andre terkejut melihat benda tersebut, ia ingat sekali itu adalah benda yang di tendang - tendangnya saat berusaha melepaskan mobilnya yang terganjal.
to be continue. . .
Kamis, 20 September 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar