PART II - The Sacred Tomb
Rico membuka matanya, kepalanya terasa berat setelah terbentur pada stir mobilnya sendiri. Beruntung bagi dirinya karena hanya sekitar 1 meter lagi sebuah pohon besar berdiri kokoh dan siap meremukkan mobilnya yang hampir menabrak pohon itu.
Ia mencoba membangunkan feli & teman - teman yang lain yang sepertinya pingsan karena shock dengan kejadian tersebut.
"Huff, syukurlah mereka ga ada yang terluka" gumam Rico dalam hati.
Lalu dengan sedikit berteriak Rico memanggil - manggil teman - temannya yang sudah terjatuh bertumpukan akibat rem mendadak tadi, tak perlu waktu lama mereka semua sadar satu persatu dan membangunkan yang lainnya..akan tetapi ada satu orang yang tetap tak sadarkan diri.
"Feli, Fel..bangun Fel, Felii..banguuun" ujar Rico setengah panik karena Feli tak sadarkan diri juga meskipun dia sudah menggoyang - goyangkan badannya cukup keras.
"Feliiii, ayo doong banguun" ujar Dian sambil menepuk - nepuk pipi feli dengan paniknya dari kursi tengah.
"Wah bro, mending Feli pindahin ke bangku tengah dulu deh..biar kita coba kasih sedikit kayu putih di hidungnya, kali aja sadar" ujar Rayhan yang mencoba menenangkan Rico.
Lalu mereka pun memapah tubuh Feli yang tergolek lemas ke bangku tengah, agar di pangku oleh Dian & Rena..sementara Bobby & Rayhan pindah ke belakang untuk mencarikan kayu putih & air mineral, dan Andre pindah ke depan untuk membantu Rico melihat keadaan sekitar.
"Gimana nih Ric? Lanjut apa balik?" ujar Andre.
"Hmm, lanjut aja deh ndre..mau balik juga kita udah jauh banget, mending kita lanjut & nanti minta pertolongan sama Mega, Gabriel, & Revi" ujar Rico dengan penuh kecemasan pada kondisi Feli.
"Oke deh, lanjut kalo gitu..gue coba kabarin mereka dulu ya" ujar Andre.
Rico berusaha menstarter mobilnya, namun setelah berkali - kali mencoba mobil itu tetap tak mau menyala, hingga akhirnya Andre memutuskan untuk turun & mengecek bagian mesin.
"Aneh deh Ric, ni mesin g kenapa - kenapa kok.. coba starter lagi" ujar Andre setelah mengecek bagian mesin berkali - kali.
Dan akhirnya. . . .
Bruummmmmm, brummmm. .
"Naaah tu mau nyala, sial ni mobil ngerjain gue..brakk !!" ujar Andre sambil membanting kap mobil saking kesalnya.
"Buruan naik ndre, gue tinggal nih !" ujar Rico yang sedari tadi masih mengkhawatirkan feli.
"Iye - iye sabar knp sih, napsu amat kayak penganten baru lo !" timpal Andre.
Namun setelah Andre naik, mobil kembali tidak bisa berjalan..hanya saja kali ini bukan karena mesin yang tak mau menyala, namun karena ada sesuatu yang mengganjal bagian depan pada kolong mobil.
"Yailah ni mobil sensi amat kalo gue naek, eet dah ah !" ujar Andre kesal sambil turun dan memeriksa bagian depan mobil.
"Gimana ndre? ada yang ganjel ga?" ujar Rico tak sabar.
"Bentaaaaaaaaaar !!! oo gara - gara nih batu, ah sialan bikin gue naek turun aje !!" ujar Andre sambil menendang batu tersebut agar tidak mengganjal mobil.
"Dah beres, coba mundur Ric !" ujar Andre.
Bruuuumm. . .
Mobil pun bergerak mundur dengan mudahnya, dan tanpa mereka sadari batu yang tadi di tendang - tendang oleh Andre & terlindas oleh mobil adalah batu nisan makam keramat yang tak pernah ada yang berani mengusiknya.. sejak saat itu, sepasang mata di tengah kegelapan malam pun mengawasi setiap gerak gerik perjalanan mereka.
to be continue . . .
Rabu, 19 September 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar